Sejarah
Perkapalan Dunia
Peta Nabi Nuh
a.s.
Allah tidak membiarkan utusan-Nya terlunta lunta dalam
ketidakpastian. Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh bahwa Dia akan menimpakan
angin topan dan badai. Allah memerintahkannya untuk membuat kapal berikut tata
cara membuatnya. Dua tahun lamanya Nabi Nuh membuat kapal. Selama itu pula, Nuh
diolok-olok kaumnya, termasuk putranya sendiri, Kan'an.
Panjang kapal adalah 900 meter dengan lebar 450 meter
dengan tiga tingkat. Tingkat pertama diisi pasangan binatang melata dan
binatang buas. Tingkat kedua diisi manusia. Tingkat ketiga diisi seluruh jenis
burung. Nabi Nuh a.s. Sendiri menjadi nakhodanya.
Kapal mulai berlayar dari Kufah dan selama enam bulan
lamanya terus mengarungi lautan, singgah di Mekah dan melanjutkan perjalanan
hingga sampai ke Bukit Judi pada hari kesepuluh bulan Muharam. Setelah itu, Nuh
menunggu perintah dari Allah selama 30 hari. Allah pun memerintahkannya untuk
berlabuh. Perkampungan pertama yang dibangun setelah badai adalah kampung
Tsamanin di dekat Kepulauan Ibnu Umar di Jabal Judi. Adapun kota-kota yang
dibangun setelah badai adalah Kota Hauran, Damaskus, dan Babilonia.
Perkampungan
Nuh Kini
Ibnu Tabari menceritakan setelah kapal berlabuh di
pegunungan ararat, dia kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda)
di suatu areal yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersbut Thamanon
(Kota Delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang
berjumlah 80 orang. Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.
Ibnu Abbas kemudian menceritakan bahwa Nuh membangun
kota Suq Thamanin dan semua keturunan Qayin dibinasakan. Menurut Al-Harith dari
Ibnu Sad dari Hisham bin Muhammad dari ayahnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas
berkata "ketika Suq Thamanin menjadi penuh dengan keturunan Nuh mereka
berpindah ke Babylon dan membangun kota tersebut. Abd Al-Ghafar menceritakan
ketika kapal berlabuh di bukit Judi pada
hari Asyura.
Kisah Singkat Nabi Nuh a.s.
Nama pertamanya
adalah Abdul Malik. Disebut Nuh karena dia selalu meratapi umatnya selama 500
tahun. Menurut Ibnu Katsir bahwa Nuh diutus untuk kaum Bani Rasib. Dia lahir
126 sepeninggal Nabi Adam a.s.
Suyuti menceritakan
bahwa nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahaasa Syriac yang
artinya "bersyukur" atau "selalu berterima kasih." Hakim
berkata, dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, namanya adalah Abdul
Ghafar (penyembah Tuhan yang dilupakan).
Nuh adalah nabi
keempat sesudah Adam, Shiyth, dan Idris. Dia merupakan keturunan kesembilan
dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris. Nabi Nuh menerima
wahyu kenabian dari Allah dalam masa fatrah, masa kekosongan di antara dua
rasul yang saat itu
biasanya manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama yang dibawa
oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali meninggalkan amal kebajikan,
melakukan kemungkaran, dan kemaksiatan di bawah pimpinan iblis.
Ibnu Abbas
menceritakan bahwa Nabi Nuh a.s. diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun.
Masa kenabiannya adalah 120 tahun. Dia mengarungi banjir ketika dia berumur 600
tahun dan kemudian setelah banjir dia hidup selama 350 tahun. Ibnu Abbas
menceritakan bahwa suatu ketika Nabi Isa menghidupkan Ham Ibnu Nuh dan bertanya
kepadanya mengapa rambutnya beruban, dia menjawab dia meninggal di saat usia
muda karena ketakutannya ketika banjir. Dia berkata bahwa panjang kapal Nuh
adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.
Menikah sebanyak
dua kali. Istri pertama adalah 'Amud. 'Amudlah yang pertama kali beriman
kepadanya. Darinya, lahir tiga orang anak: Sam, Yam, dan Ham. Kemudian menikah
dengan Wahilah yang melahirkan dua orang anak: Yafits dan Kan'an.
Pekerjaan
sehari-hari Nuh adalah sebagai pemahat batu.
Kurang lebih selama
300 tahun Nabi Nuh berdakwah secara Sirriyah (sembunyi-sembunyi). Setelah itu,
Allah memerintahkan untuk berdakwah secara jahriyyah (terang-terangan). Nabi
Nuh duiutus kepada Bani Rasib yang dipimpin seorang raja bernama Darmasil.
Darmasil adalah sosok penguasa tiran dan penyembah banyak berhala, diantaranya
Wad, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Natsra. Kemudian, selama 50 tahun, dia menyeru
Bani Qabil yang sama-sama menyembah berhala.
Inti ajaran Nabi
Nuh adalah tauhid, salat, puasa, amar makruf, dan nahyi munkar, namun, dakwah
dibalas dengan angkara murka, sebagaimana dalam Al-Qur'an Allah berfirman:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar