Selasa, 27 November 2012

Sejarah Perkapalan Dunia


   Sejarah Perkapalan Dunia


Peta Nabi Nuh a.s.
Allah tidak membiarkan utusan-Nya terlunta lunta dalam ketidakpastian. Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh bahwa Dia akan menimpakan angin topan dan badai. Allah memerintahkannya untuk membuat kapal berikut tata cara membuatnya. Dua tahun lamanya Nabi Nuh membuat kapal. Selama itu pula, Nuh diolok-olok kaumnya, termasuk putranya sendiri, Kan'an.
Panjang kapal adalah 900 meter dengan lebar 450 meter dengan tiga tingkat. Tingkat pertama diisi pasangan binatang melata dan binatang buas. Tingkat kedua diisi manusia. Tingkat ketiga diisi seluruh jenis burung. Nabi Nuh a.s. Sendiri menjadi nakhodanya.
Kapal mulai berlayar dari Kufah dan selama enam bulan lamanya terus mengarungi lautan, singgah di Mekah dan melanjutkan perjalanan hingga sampai ke Bukit Judi pada hari kesepuluh bulan Muharam. Setelah itu, Nuh menunggu perintah dari Allah selama 30 hari. Allah pun memerintahkannya untuk berlabuh. Perkampungan pertama yang dibangun setelah badai adalah kampung Tsamanin di dekat Kepulauan Ibnu Umar di Jabal Judi. Adapun kota-kota yang dibangun setelah badai adalah Kota Hauran, Damaskus, dan Babilonia.

Perkampungan Nuh Kini

Ibnu Tabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan ararat, dia kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda) di suatu areal yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersbut Thamanon (Kota Delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang berjumlah 80 orang. Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.
Ibnu Abbas kemudian menceritakan bahwa Nuh membangun kota Suq Thamanin dan semua keturunan Qayin dibinasakan. Menurut Al-Harith dari Ibnu Sad dari Hisham bin Muhammad dari ayahnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas berkata "ketika Suq Thamanin menjadi penuh dengan keturunan Nuh mereka berpindah ke Babylon dan membangun kota tersebut. Abd Al-Ghafar menceritakan ketika  kapal berlabuh di bukit Judi pada hari Asyura.


Kisah Singkat Nabi Nuh a.s.
Nama pertamanya adalah Abdul Malik. Disebut Nuh karena dia selalu meratapi umatnya selama 500 tahun. Menurut Ibnu Katsir bahwa Nuh diutus untuk kaum Bani Rasib. Dia lahir 126 sepeninggal Nabi Adam a.s.
Suyuti menceritakan bahwa nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahaasa Syriac yang artinya "bersyukur" atau "selalu berterima kasih." Hakim berkata, dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, namanya adalah Abdul Ghafar (penyembah Tuhan yang dilupakan).
Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Shiyth, dan Idris. Dia merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris. Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa fatrah, masa kekosongan di antara dua

rasul yang saat itu biasanya manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran, dan kemaksiatan di bawah pimpinan iblis.

Ibnu Abbas menceritakan bahwa Nabi Nuh a.s. diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun. Dia mengarungi banjir ketika dia berumur 600 tahun dan kemudian setelah banjir dia hidup selama 350 tahun. Ibnu Abbas menceritakan bahwa suatu ketika Nabi Isa menghidupkan Ham Ibnu Nuh dan bertanya kepadanya mengapa rambutnya beruban, dia menjawab dia meninggal di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Dia berkata bahwa panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.

Menikah sebanyak dua kali. Istri pertama adalah 'Amud. 'Amudlah yang pertama kali beriman kepadanya. Darinya, lahir tiga orang anak: Sam, Yam, dan Ham. Kemudian menikah dengan Wahilah yang melahirkan dua orang anak: Yafits dan Kan'an.
Pekerjaan sehari-hari Nuh adalah sebagai pemahat batu.
Kurang lebih selama 300 tahun Nabi Nuh berdakwah secara Sirriyah (sembunyi-sembunyi). Setelah itu, Allah memerintahkan untuk berdakwah secara jahriyyah (terang-terangan). Nabi Nuh duiutus kepada Bani Rasib yang dipimpin seorang raja bernama Darmasil. Darmasil adalah sosok penguasa tiran dan penyembah banyak berhala, diantaranya Wad, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Natsra. Kemudian, selama 50 tahun, dia menyeru Bani Qabil yang sama-sama menyembah berhala.
Inti ajaran Nabi Nuh adalah tauhid, salat, puasa, amar makruf, dan nahyi munkar, namun, dakwah dibalas dengan angkara murka, sebagaimana dalam Al-Qur'an Allah berfirman:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar