Shalat merupakan salah
satu rukun Islam yang menjadi pembatas apakah seseorang itu mukmin atau kafir. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “perjanjian yang mengikat
antara kami dan mereka adalah mendirikan shalat. Siapa yang meninggalkannya,
maka sungguh dia telah kafir.” (H.R. Muslim)
Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya
dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari
kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan
bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya. (H.R. Tirmidzi)
Dari
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
beliau bersabda: “Sesuatu yang pertama kali diperhitungkan pada hamba adalah
shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak (sempurna) maka Allah Yang
Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: “Lihatlah apakah hambaKu mempunyai
(shalat) sunat?”. Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah berfirman:
“Sempurnakanlah fardhu itu dengannya”. (Hadits
ditakhrij oleh Ibnu Majah)
Beberapa manfaat shalat:
·
mencegah dari perbuatan keji dan mungkar
“Bacalah
Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan
(ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah
yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”
(Q.S. Al 'Ankabuut ayat 45)
·
menghapus dosa
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “bagaimana pendapatmu apabila
seandainya di depan pintu salah seorang dari kalian terdapat sungai, di mana ia
mandi pada sungai tersebut setiap hari sebanyak 5 kali, adakah daki yang akan
tersisa pada badannya? mereka menjawab: ‘daki mereka tidak akan tersisa sedikit
pun’. Rasulullah bersabda: ‘demikianlah perumpamaan shalat 5 waktu, Allah
subhanahu wa ta'ala menghapuskan dosa-dosa dengannya.” (H.R. Bukhari-Muslim)
·
menentramkan hati
"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain
Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (Q.S. Taahaa ayat 14)
"(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan mengingat Allah. ingatlah, hanya dengan mengingat Allah
hati menjadi tenteram." (Q.S. Ar-Ra'd ayat 28)
Sarana berdzikir yang paling efektif itu adalah shalat. Terdapat perbedaan antara melaksanakan shalat dengan mendirikan shalat seperti yang terdapat pada Q.S. Taahaa ayat 14. Jika hanya melaksanakan, kita boleh santai dan tidak perlu serius, sedangkan dalam mendirikan shalat, ada perjuangan, keseriusan, kedisiplinan, dan konsentrasi.
Sarana berdzikir yang paling efektif itu adalah shalat. Terdapat perbedaan antara melaksanakan shalat dengan mendirikan shalat seperti yang terdapat pada Q.S. Taahaa ayat 14. Jika hanya melaksanakan, kita boleh santai dan tidak perlu serius, sedangkan dalam mendirikan shalat, ada perjuangan, keseriusan, kedisiplinan, dan konsentrasi.
·
menyehatkan tubuh
Semua gerakan shalat itu mengandung unsur kesehatan. Yang akan dibahas di
sini adalah sujud. Tiada sesuatu pun ciptaan dan perintah Allah subhanahu wa
ta'ala yang sia-sia. Kita diperintahkan untuk shalat, dan di dalam shalat kita
terdapat gerakan-gerakan yang sudah ditentukan oleh Allah. Allah yang telah
menciptakan kita, maka hanya Dia lah yang maha mengetahui bagaimana tubuh kita
dan bagaimana cara merawatnya. Manusia melakukan sujud dalam dua bentuk, yaitu
sujud fisik seperti ketika sholat dan sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada
perintah Allah subhanahu wa ta'ala dan menjauhi larangan-Nya. Dr Fidelma
O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward's University, mendapati fakta mengenai
manfaat sujud bagi kesehatan. Dalam kajiannya ditemukan ada beberapa urat
syaraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah dan urat ini baru bisa
dimasuki darah pada saat manusia sujud. Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan
darah untuk beberapa saat tertentu saja, yaitu pada waktu-waktu shalat yang
telah ditetapkan (subuh, zuhur, ashar, maghrib, 'isya). Karena letak otak di
atas jantung, maka kata Prof Hembing, jantung hanya mampu membekalkan 20% darah
ke otak manusia, jadi dibantu dengan sujud yang lebih lama agar menambah
kekuatan aliran darah ke otak (Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh agar
kita sujud lama-lama di raka'at terakhir, sambil banyak meminta semua keinginan
kita).
42. "Apa
yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?" 43. Mereka menjawab,
"Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat" (Q.S.
Al-Muddassir ayat 42-43)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar