Selasa, 27 November 2012

7 Golongan


7 Golongan yang Dinaungi Allah pada Hari Kiamat
Hari kiamat merupakan hari yang sangat dahsyat dan genting, dimana seluruh makhluk akan dikumpulkan untuk diminta pertanggung jawabannya atas amal perbuatan yang pernah ia kerjakan selama di dunia. Pada hari itu matahari akan didekatkan sehingga manusia akan tenggelam dalam cucuran peluh mereka masing-masing sesuai dengan baik dan buruknya amal perbuatan mereka. Namun pada hari yang teramat panas tersebut, Allah subhanahu wa ta'ala telah berjanji akan menaungi tujuh golongan dari hamba-hamba pilihan-Nya. Mereka inilah yang telah disebut oleh Rasulullah dalam sabdanya: Dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:
tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari ketika tidak ada tempat berteduh kecuali dibawah naungan-Nya: seorang pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seorang lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah-mereka berjumpa dan berpisah karena Allah, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita bangsawan nan jelita namun ia mengelaknya dan berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah kemudian ia merahasiakannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfaqkan oleh tangan kanannya, dan seorang lelaki yang berzikir dalam kesunyian lantas berlinang air matanya. (H.R. Bukhari: 660 dan Muslim: 1031)
1.         Imam yang adil
Maksudnya adalah pemimpin (negara) yang adil. Di zaman nabi yang dikatakan imam adalah khalifah. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya secara proporsional. Berlaku adil bagi seorang khalifah adalah suatu keniscayaan. 
 2.        Anak muda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Masa muda adalah masa keemasan bagi seseorang. Umumnya anak muda memiliki kecenderungan untuk mengetahui banyak hal.
Allah subhanahu wa ta'ala mengabadikan dalam al-Qur’an kisah pemuda yang sukses (Ashabul Kahfi), demikian pula sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang kebanyakan masih muda dan berjiwa muda.
3.         Seseorang yang hatinya selalu tertambat pada masjid-masjid.
Seseorang baik tua maupun muda yang hatinya selalu tertambat pada masjid, selalu sholat berjamaah di masjid dan memakmurkan masjid.  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah uzur untuk sholat di Masjid kecuali dalam keadaan sakit. Bahkan dalam keadaan sakitpun beliau pernah minta dipapah ke Mesjid.
Kata Ibnu Masud: “Kalau kalian meninggalkan sholat berjamaah di masjid maka kalian meninggalkan sunnah Nabi. Kalau kalian meninggalkan sunnah Nabi, maka kalian akan binasa.” (H.R. Muslim, keterangan Imam Nawawi dalam Riyadhussholihin)
4.         Dua orang yang saling mencintai karena Allah subhanahu wa ta'ala, berkumpul             karena Allah subhanahu wa ta'ala dan berpisah karena Allah subhanahu wa ta'ala
Saling mencintai karena Iman. Suka berkumpul dengan seseorang karena orang itu baik dan suka mengerjakan perintah Allah subhanahu wa ta'ala, suka berjihad, suka bersedekah, suka menuntut ilmu, dan lain-lain. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: Agama seseorang itu menurut agama temannya. Merasa dekat dan cinta bukan karena harta, kesukuan, dan sebagainya, tetapi karena iman.
Dalam satu riwayat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Allah telah mengutus  malaikat kepada seorang lelaki yang sedang dalam perjalanan untuk menziarahi saudaranya kerana Allah”. Lalu malaikat bertanya: “Anda mau kemana?” Dijawab: “Aku mau mengunjungi saudaraku” Tanya malaikat lagi: "Untuk apa?” Lelaki itu menjawab: "Bukan untuk apa-apa” Ditanya lagi: “Apa ada hubungan kekeluargaan dengan kamu?” Lalu dijawab oleh lelaki itu: ”Tidak ada sama sekali” Ditanya lagi: ”Apa kebaikan yang pernah ia lakukan kepada kamu?” Dijawab: ”Tidak ada” Ditanya lagi: ”Kalau begitu apa tujuanmu mengunjunginya?” Lelaki itu menjawab: ”Aku mencintainya kerana Allah” Berkata malaikat: sesungguhnya Allah telah mengutusku kepadamu untuk memberitahu bahwa karena kecintaanmu kepadanya maka Allah  telah mengizinkan kamu memasuki surga-Nya.” (H.R. Muslim)
5.         Laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan        cantik kemudian dia mengatakan “Aku takut pada Allah”
Godaan karena nafsu syahwat adalah satu dari ujian yang sangat berat bagi orang muda, terutama pemuda. Walaupun tidak berarti pemudi tidak terkena ujian ini, namun kenyataan bahwa pemudalah yang paling banyak gagal menghadapi ujian nafsu ini. Karena itu Islam melarang seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan yang bukan mahramnya.
6.         Seseorang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui yang dilakukan tangan kanannya
Maksudnya adalah orang yang bersedekah secara diam-diam, tidak menyebut-nyebut kebaikannya dan tidak menuntut orang lain tahu kebaikan yang telah dilaksanakannya, dan tidak mengharapkan pujian manusia. Shadaqah yang ikhlas akan mendapat ganjaran yang tak terhingga.

Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan tidak menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Q.S. Al-Baqarah ayat 262)
7.         Seseorang yang mengingat Allah subhanahu wa ta'ala dalam kesunyian kemudian    dia menangis
Seseorang yang senantiasa berdzikir dan dekat pada Allah subhanahu wa ta'ala, juga seseorang yang menangis karena takut pada Allah subhanahu wa ta'ala di malam-malam yang sunyi dalam sholat tahajjudnya dan dalam dzikirnya. Dikatakan, ada dua jenis mata yang akan terlindung dari api neraka, yaitu mata yang terjaga di malam gelap dalam keadaan berjihad (perang) dengan musuh dan mata yang meneteskan air mata dalam shalat karena takut kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar