Peta Kisah
At-Tin, Az-Zaitun, Tur Sinin, wa Hazal Baladil Amin
Yang dimaksud
dengan Zaitun ialah Al-Aqsa yang dulunya dikenal sebagai Baitul Maqdis yang
banyak tumbuh Zaitun, merupakan kiblat salat umat islam yang pertama sebelum
dipindahkan ke Ka'bah di dalam Masjidilharam. Umat muslim berkiblat ke Baitul
Maqdis selama Nabi Muhammad mengajarkan islam di Makkah (13 tahun) hingga 17
belas bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu, kiblat salat adalah Ka'bah
di dalam Masjidil Haram, Mekah hingga sekarang.
Masjid Al-Aqsa saat
ini adalah masjid yang dibangun secara permanen oleh Khalifah Abdul Malik bin
Marwan dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan
selesai tahun 73 H. Agak berbeda dengan
pengertian Masjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra', yaitu meliputi seluruh kawasan
Al-Haram Asy-Syarif.
Adapun yang
dimaksud dalam surah At-Tin (ayat 1-3) menurut para mufasir itu adalah tiga
negeri (kota) tempat tersebarnya agama samawi, yaitu agama Yahudi (di Mesir),
Islam (Mekah), dan Nasrani (Palestina), dan mengenai kata Al-Balad Al-Amin
(negeri yang aman), para ulama bersepakat bahwa negeri itu adalah Mekah.
Sesungguhnya, Allah
subhanahu wa ta'ala memberkahi dua tempat itu, yaitu Mekah yang merupakan
patokan arah kiblat untuk salat kaum muslim di seluruh dunia dan Baitul Maqdis
yang merupakan kiblat pertama umat islam.
Kisah At-Tin,
Az-Zaitun, Tur Sinin, wa Hazal Baladil Amin
Nama-nama di atas
merupakan ayat 1-3 Al-Qur'an surat At-Tin. Nama-nama itu di antaranya masih
diperdebatkan: tin, zaitun, dan tursina. megenai kata Al-Balad Al-Amiin, para
ulama bersepakat bahwa negeri itu adalah Mekah. Adapun Negeri yang diberkahi
adalah Mekah dan Palestina.
Sebuah pendapat
mengaitkan bahwa surah At-Tin ayat 1-3 itu menunjukkan tiga tempat berbeda.
Tempat-tempat berbeda yang dimaksud diantaranya adalah sebagi berikut.
Kata "wa at
tin wa az zaitun" merujuk ke Palestina. Daerah ini diikenal dengan pohon
tin dan zaitun yang sangat banyak. Tempat ini merupakan tempat Nabi Isa alaihi
salam ditugaskan sebagia Rasul dalam meyebarkan agama tauhid (Nasrani).
Adapun mengenai
kata wa tuuri siiniin (demi Bukit
Tursina), sebagian penafsir merujuk kepada Nabi Musa alahi salam yang
menyebarkan agama Yahudi di Mesir untuk memerangi Fir'aun dan membela Bani Israil.
Sementara itu mengenai kalimat wa haadza al balad al amiin (dan demi
kota/negeri yang aman ini), para ulama menyepakati bahwa negeri tersebut adalah
Mekah.
Dari ketiga daerah
yang disebutkan para mufasir itu, mereka memaknai bahwa yang dimaksud dalam
surah At-Tin (ayat 1-3) itu adalah tiga negeri (kota) tempat tersebarnya agama
samawi, yaitu agama Yahudi (di Mesir), Islam (Mekah), dan Nasrani (Palestina).
Jadi, para mufasir
dalam memaknai surah At-Tin ayat 1-3 itu terkait dengan penciptaan Allah
subhanahu wa ta'ala atas diri manusia, sebagaimana ayat berikutnya. "Allah
bersumpah dengan menyebut tiga tempat lahirnya agama-agama samawi dalam rangka
menguraikan fitrah kesucian manusia," jelas Sayyid Quthb.
Seolah, ayat-ayat
tersebut di atas bersumpah dengan tiga agama samawi yang diturunkan kepada Musa
alaihi salam, Isa alaihi salam, dan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Hal
yang demikian itu mengandung ruhul ukhuwah (semangat persaudaraan) di antara
para nabi. Jadi, pada dasarnya (pada waktu berlakunya) agama mereka adalah satu
sekalipun syariat mereka berbeda, "Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah islam. Tidaklah
berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka
memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar
terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungannya." (QS. Aali 'Imraan ayat 19)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar