Selasa, 27 November 2012

Kisah Tin, Zaitun wal Balad Al-Amin


Peta Kisah At-Tin, Az-Zaitun, Tur Sinin, wa Hazal Baladil Amin

Yang dimaksud dengan Zaitun ialah Al-Aqsa yang dulunya dikenal sebagai Baitul Maqdis yang banyak tumbuh Zaitun, merupakan kiblat salat umat islam yang pertama sebelum dipindahkan ke Ka'bah di dalam Masjidilharam. Umat muslim berkiblat ke Baitul Maqdis selama Nabi Muhammad mengajarkan islam di Makkah (13 tahun) hingga 17 belas bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu, kiblat salat adalah Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Mekah hingga sekarang.

Masjid Al-Aqsa saat ini adalah masjid yang dibangun secara permanen oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan selesai  tahun 73 H. Agak berbeda dengan pengertian Masjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra', yaitu meliputi seluruh kawasan Al-Haram Asy-Syarif.

Adapun yang dimaksud dalam surah At-Tin (ayat 1-3) menurut para mufasir itu adalah tiga negeri (kota) tempat tersebarnya agama samawi, yaitu agama Yahudi (di Mesir), Islam (Mekah), dan Nasrani (Palestina), dan mengenai kata Al-Balad Al-Amin (negeri yang aman), para ulama bersepakat bahwa negeri itu adalah Mekah.

Sesungguhnya, Allah subhanahu wa ta'ala memberkahi dua tempat itu, yaitu Mekah yang merupakan patokan arah kiblat untuk salat kaum muslim di seluruh dunia dan Baitul Maqdis yang merupakan kiblat pertama umat islam.

Kisah At-Tin, Az-Zaitun, Tur Sinin, wa Hazal Baladil Amin

Nama-nama di atas merupakan ayat 1-3 Al-Qur'an surat At-Tin. Nama-nama itu di antaranya masih diperdebatkan: tin, zaitun, dan tursina. megenai kata Al-Balad Al-Amiin, para ulama bersepakat bahwa negeri itu adalah Mekah. Adapun Negeri yang diberkahi adalah Mekah dan Palestina.
Sebuah pendapat mengaitkan bahwa surah At-Tin ayat 1-3 itu menunjukkan tiga tempat berbeda. Tempat-tempat berbeda yang dimaksud diantaranya adalah sebagi berikut.
Kata "wa at tin wa az zaitun" merujuk ke Palestina. Daerah ini diikenal dengan pohon tin dan zaitun yang sangat banyak. Tempat ini merupakan tempat Nabi Isa alaihi salam ditugaskan sebagia Rasul dalam meyebarkan agama tauhid (Nasrani).

Adapun mengenai kata wa tuuri  siiniin (demi Bukit Tursina), sebagian penafsir merujuk kepada Nabi Musa alahi salam yang menyebarkan agama Yahudi di Mesir untuk memerangi Fir'aun dan membela Bani Israil. Sementara itu mengenai kalimat wa haadza al balad al amiin (dan demi kota/negeri yang aman ini), para ulama menyepakati bahwa negeri tersebut adalah Mekah.

Dari ketiga daerah yang disebutkan para mufasir itu, mereka memaknai bahwa yang dimaksud dalam surah At-Tin (ayat 1-3) itu adalah tiga negeri (kota) tempat tersebarnya agama samawi, yaitu agama Yahudi (di Mesir), Islam (Mekah), dan Nasrani (Palestina).



Jadi, para mufasir dalam memaknai surah At-Tin ayat 1-3 itu terkait dengan penciptaan Allah subhanahu wa ta'ala atas diri manusia, sebagaimana ayat berikutnya. "Allah bersumpah dengan menyebut tiga tempat lahirnya agama-agama samawi dalam rangka menguraikan fitrah kesucian manusia," jelas Sayyid Quthb.

Seolah, ayat-ayat tersebut di atas bersumpah dengan tiga agama samawi yang diturunkan kepada Musa alaihi salam, Isa alaihi salam, dan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Hal yang demikian itu mengandung ruhul ukhuwah (semangat persaudaraan) di antara para nabi. Jadi, pada dasarnya (pada waktu berlakunya) agama mereka adalah satu sekalipun syariat mereka berbeda, "Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungannya." (QS. Aali 'Imraan ayat 19) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar