Senin, 11 Maret 2013

Muda Berbahaya: Hemas Avicenna


Hemas Avicenna 2012; Squad Muda
 Berbahaya As-Safiinah
Batch 1
 Muda Berbahaya
(Pemenang Pertama Kategori Mumtaz )

Masa muda adalah saat dimana manusia memiliki hasrat yang besar di dalam hatinya. Masa muda juga  banyak dimanfaatkan oleh individu untuk mencari jati dirinya. Dan sejatinya banyak sekali manusia pada saat pencarian jati diri ini dengan cara yang salah. Hal ini mungkin dikarenakan kurangnya mereka dalam memperhatikan aspek-aspek agama sebagai pedoman hidup, sehingga mereka malah terbawa kedalam kesia-siaan. Akan tetapi tidak semua orang menyia-nyiakan masa mudanya begitu saja. Banyak juga dari mereka yang mempunyai prestasi besar dimasa mudanya dimana manusia maupun dihadapan Allah. Sebagai contohnya ialah sultan Muhammad II yang bergelar al-fatih dari utsmani.  Ia membebaskan konstantinopel diusianya yang masih sekitar dua puluh tahun. Padahal dikala itu konstantinopel merupakan sebuah wilayah yang belum pernah tertembus selama 2 milenium. Banyak khalifah sebelum beliau yang mencoba menaklukanyna namun gagal.

Didalam kubur-pun kita akan Ditanya tentang apa yang kita lakukan semasa hidup, termasuk masa muda. Dan tujuh orang yang akan di lindungi Allah dalam naungannya di padang masyar diantaranya adalah pemuda yang tumbuh dewasa beribadah kepada Allah. Jadi sejak sekarang kita harus memanfaatkan masa muda kita dijalan Allah. Alangkah indahnya ketika raga ini mampu bergerak semanga dijalan Allah. Bangun di sepertiga malam. Membantu sendi-sendi kita bersedekah diwaktu dhuha. Membasahi mulut kita dengan tilawah dan zikir. Mungkin ketika kita mampu menjalankan semua itu dengan istiqomah, akan menjadi sebuah prestasi besar kita buat orang tua kita di hadapan Allah. Bayangkan ketika orang tua kita telah tiada dan dengan izin-Nya melihat kita sedang bertahajud dan mendengar rintihan doa anaknya yang soleh. Maka kebanggaan sendiri bagi orang tua kita akan kita.

Bukan kesuksesan, harta maupun jabatan yang membuat bangga orang tua kita dan Allah. Akan tetapi ketaatan dan kesolehan kita lah yang membuat kita dibanggakan. Kelak ketika kita membuat bangga orang tua kita maka kita akan dibuat bangga oleh anak kita juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar